Iklan


Ronaldo, Sego Goreng, dan Imajinasi di Cijantung

Bhumi Literasi
Tuesday, May 27, 2025, May 27, 2025 WIB Last Updated 2025-05-28T03:45:47Z

Malam baru saja turun ketika Agus dan Setu kembali duduk di tikar warung Sego Goreng Suroboyo, Jl. Pendidikan 1 Cijantung. Aroma bawang putih yang digoreng bersama nasi dan saos khas Suroboyo memenuhi udara, berpadu dengan aroma wedang cor panas yang mengepul dari gelas kaca di hadapan mereka.

"Bro, bayangin deh," ujar Setu sambil menyendok nasi gorengnya, "gimana kalau Cristiano Ronaldo tiba-tiba nongol di sini, duduk bareng kita, makan sego goreng?"

Agus tergelak. "Waduh, warung ini bisa viral dalam hitungan detik. Sego Goreng Suroboyo bisa masuk berita internasional, CNN, ESPN, sampe Detik."

Mereka berdua tertawa keras, mengundang lirikan heran dari pelanggan lain. Namun, mereka tak peduli. Di tengah penatnya hidup sebagai karyawan di Jakarta, momen-momen seperti ini adalah oase.

"Menurut lo," tanya Agus dengan mata berbinar, "apa reaksi Ronaldo pas nyobain sambel buatan Cak Ri? Kan pedesnya sadis."

Setu berpura-pura menjadi Ronaldo. Dengan logat Portugis campur Jawa, ia berkata, "It's amazing! Spicy like my free kick!"

Tawa kembali pecah. Imajinasi mereka melayang: Ronaldo duduk santai dengan jersey Juventus yang digulung setengah lengan, makan nasi goreng di atas piring seng, selfie bareng warga lokal, bahkan nitip bungkus buat Georgina di rumah.

"Aduh, bayangin kalo sampe Ronaldo bilang 'aku tresno karo sego goreng Suroboyo,' bisa-bisa Cak Ri langsung pasang foto dia di spanduk depan warung," kata Agus sambil menyeka air matanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa dan mungkin sedikit karena sambalnya.

Malam semakin larut, dan warung mulai sepi. Namun di kepala mereka, warung kecil di Cijantung itu telah menjadi panggung dunia, tempat legenda sepak bola duduk bersahaja, menikmati rasa Indonesia yang autentik.

Saat mereka beranjak pulang, Setu berkata pelan, "Mungkin kita nggak akan pernah makan bareng Ronaldo beneran. Tapi malam ini, rasanya dia hadir di antara kita."

Agus mengangguk setuju. Di sudut Jakarta Timur, di bawah lampu temaram, Ronaldo memang sempat mampir, setidaknya dalam tawa dan imajinasi mereka.

Komentar

Tampilkan