Di sebuah sudut jalan kecil di Jl. Pendidikan 1, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, terdapat sebuah warung sederhana bernama Warung Sego Goreng Suroboyo. Malam itu, lima sahabat lama, Raka, Yuda, Tegar, Icha, dan Wulan, duduk melingkar di bangku kayu panjang sambil menunggu pesanan sego goreng abang dan wedang cor yang legendaris.
Suasana warung ramai oleh pengunjung, tapi mereka tetap tenggelam dalam obrolan hangat khas sahabat lama. Tegar, yang dikenal sebagai penggila anime, tiba-tiba nyeletuk, "Eh, bayangin deh... gimana kalau kru One Piece nyasar ke sini dan makan bareng kita?"
Icha langsung tertawa. "Zoro pasti nyasar ke dapur, bukan ke meja!" katanya sambil membayangkan pendekar pedang itu kebingungan di gang-gang kecil Jakarta Timur.
Yuda, yang diam-diam juga suka One Piece, menambahkan, "Luffy bakal kalap. Sepiring sego goreng bisa habis dalam satu tegukan. Terus dia teriak, 'Tambah lagi, Cak!' sambil nunjuk wajan."
Wulan ikut membayangkan adegan itu. "Sanji pasti langsung bantu masak di dapur. Tapi dia bakal kesel karena nggak ada bahan laut segar," ucapnya sambil menyeruput wedang cor hangat yang mengepul pelan.
Raka, yang paling santai di antara mereka, berkata sambil tersenyum, "Bayangin Nami minta diskon karena ngira kita semua bajak laut juga. Tapi akhirnya dia malah yang traktir karena kasihan lihat kita kelaperan."
Tiba-tiba, angin malam berhembus sedikit kencang, membawa aroma bawang merah goreng dan saos yang diolah di wajan. Sejenak mereka semua terdiam, membiarkan khayalan itu menari-nari di kepala masing-masing, seakan-akan kru Topi Jerami benar-benar duduk di meja sebelah.
Warung kecil itu mendadak berubah di benak mereka: Luffy tertawa keras sambil mengunyah, Zoro tertidur di sudut bangku, Usopp pamer cerita bohong tentang sego goreng pedas paling ekstrem yang pernah dia lawan, dan Robin duduk tenang mencatat resep khas Jawa Timur.
Tawa mereka pecah serempak, bukan karena lucunya bayangan itu, tapi karena hangatnya persahabatan yang tak lekang meski usia dan kesibukan terus bertambah. Di tengah sego goreng dan wedang cor, malam itu menjadi pelayaran kecil mereka sendiri, tanpa kapal, tapi penuh petualangan.

