Setiap awal bulan, Bu Sum dan anak semata wayangnya, Rara, selalu menanti pengumuman yang aneh tapi ditunggu banyak orang: klasemen mingguan produk paling laris di warung Sego Goreng Suroboyo. Bukan karena ada hadiah atau diskon, tapi karena klasemen itu jadi cerita rakyat versi kuliner di kampung mereka.
Warung kecil milik Cak Ri itu memang unik. Tiap pekan, papan tulis hitam di depannya diisi dengan daftar "Top 4 Makanan" dan "Top 5 Minuman". Untuk minggu 1--5 Mei 2025, yang menduduki peringkat pertama makanan adalah Sego Goreng Abang, disusul Ndok Dadar, Ndok Ceplok, dan Pete.
Sementara di sisi minuman, Eh Teh Manis kembali memuncaki klasemen. "Eh" bukan typo. Memang itu namanya, karena setiap orang yang minum selalu bilang, "Eh, enak!" Disusul oleh Wedang Cor, Kopi Hitam, Teh Manis, dan Susu Jahe.
Rara yang baru berusia 10 tahun selalu penasaran, kenapa makanan bisa diperingkat seperti pemain bola. Suatu malam, ia memberanikan diri bertanya ke Cak Ri. Sang pemilik warung hanya terkekeh dan menjawab, "Karena makanan juga punya penggemar setia. Mereka pantas dapat trofi rasa."
Sejak saat itu, Rara dan teman-temannya mulai membuat sorakan tiap kali papan klasemen baru ditulis. Mereka bertepuk tangan saat Sego Goreng Abang tetap di puncak, dan bersorak kecewa saat Susu Jahe turun ke posisi kelima. Makanan dan minuman seakan punya karakter sendiri dalam dunia kecil mereka.
Di balik kegembiraan itu, ada strategi kecil dari Cak Ri. Ia melihat tren pembeli, rasa yang paling sering dipesan, bahkan waktu favorit orang datang. Semua itu ia tulis rapi di buku catatan, bukan demi bisnis, tapi demi memelihara rasa sebagai bagian dari kehidupan.
Suatu hari, seorang vlogger kuliner datang dan bertanya kenapa warung ini viral tanpa promosi. Cak Ri hanya menjawab singkat, "Kami nggak jual makanan. Kami jual kenangan dan kebiasaan." Kalimat itu langsung viral di media sosial.
Kini, warung Sego Goreng Suroboyo bukan hanya tempat makan. Ia jadi ruang nostalgia, tempat tertawa, dan tentu saja, arena balap rasa paling seru di kampung. Dan Rara? Ia bermimpi suatu hari bisa jadi "wasit rasa" seperti Cak Ri.
Karena di dunia kecil mereka, klasemen rasa bukan sekedar daftar. Ia adalah cerita, kenangan, dan cinta yang disajikan lewat sepiring nasi goreng dan segelas teh manis.

