Iklan


Ninja Hatori dan Sepiring Sego Goreng

Bhumi Literasi
Tuesday, May 27, 2025, May 27, 2025 WIB Last Updated 2025-05-28T03:47:45Z

Warung Sego Goreng Suroboyo di Jl. Pendidikan 1, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, selalu ramai di malam hari. Tapi ada dua pelanggan yang nyaris tak pernah absen: Budi dan Roji. Hampir setiap malam, mereka nongkrong di sudut yang sama, meja dekat kipas angin tua yang berderit pelan. Di sana, mereka menyantap sego goreng abang khas Suroboyo yang hanya bisa mereka temukan di warung ini, setelah bertahun-tahun mencari di seluruh penjuru Jakarta.

"Aku sudah coba sego goreng di Blok M, Tebet, bahkan Kelapa Gading, Ji," kata Budi suatu malam sambil meniup nasi panas. "Tapi cuma di sini rasanya kayak di kampung."

Roji mengangguk setuju. "Iya, Bud. Rasanya bukan cuma soal bumbu. Tapi soal suasana. Bau saosnya, asap dari wajan, teriakan cacak warung manggil nama pelanggan, itu semua bikin aku ngerasa pulang."

Malam ini agak berbeda. Setelah suapan ketiga, Budi tiba-tiba berhenti makan dan berkata, "Ji, bayangin deh. Gimana kalau tiba-tiba Ninja Hatori nongol di sini? Duduk di bangku sebelah kita, terus mesen sego goreng?"

Roji tertawa sambil batuk kecil karena hampir tersedak. "Lha, Hatori? Yang ninja Jepang itu? Ngapain dia di Jakarta, apalagi di warung sego goreng?"

"Laper, Ji," jawab Budi santai. "Dia abis lari-lari di atap rumah orang, ngintai penjahat, terus kecium bau sego goreng abang. Penasaran, langsung meluncur ke sini."

Roji menatap langit malam. "Bayangin kalau dia datang, langsung pakai jurus 'Kage Bunshin' kayak Naruto, tiba-tiba ada lima Hatori di depan wajan. Semua minta sego goreng pedas. Cacak warung bisa pingsan!"

Mereka berdua tertawa keras. Sejenak, kelelahan bekerja seharian hilang ditelan imajinasi. Di kepala mereka, Hatori duduk bersila di bangku plastik merah, mengunyah nasi dengan tenang, sesekali memberi jempol ke cacak warung sambil bilang, "Oishii banget, cak!"

Saat malam makin larut dan warung mulai sepi, Budi dan Roji masih duduk di tempat mereka. Bukan karena lapar, tapi karena di tempat itu mereka merasa ada yang lebih dari sekedar makanan: ada rumah, ada kenangan, dan malam ini, ada juga seorang ninja kecil dari Jepang yang ikut menikmati hangatnya sego goreng Suroboyo.

Komentar

Tampilkan